Lima bangsa/kula Hindu terkenal

Orang Hindu meninggalkan banyak tradisi di Indonesia, di antaranya sistem perkauman. Meskipun kaitannya dengan Hindu sudah tidak tergambarkan secara sepintas, tetapi dengan sedikit memperbandingkan dengan teks-teks Hindu, maka hubungan itu akan terlihat jelas. Di antaranya tentang kebangsaan atau kula.

Pada etnis Minang dan Batak, jejak-jejak warisan Hindu masih dapat dijumpai, terutama pada etnis Batak. Misalnya, legenda yang menyatakan bahwa Raja Odap-odap dan Boru Deak Parujar melahirkan RAJA IHAT MANISIA dan BORU ITAM MANISIA. Ini adalah identik dengan MANU yang menikahi SRADA yang melahirkan manusia. Asal usul marga menurut orang Batak berawal dari dua asal yakni GURU TATEA BULAN dan RAJA ISUMBAON. Kedua anak Raja Batak tersebut adalah identik dengan CANDRA dan SURYA. Artinya keturunan Guru Tatea Bulan CANDRAKULA atau CANDRABANGSA, sementara keturunan RAJA ISUMBAON SURYAKULA atau SURYABANGSA.

Lima Kula Utama

Lima kula varna kshatria yang utama dalam Hindu adalah :

  1. Suryakula/Suryawangsa
  2. Candrakula/Candrawangsa/Somawangsa/Ailas
  3. Agnikula/Agniwangsa/Vahnikula/Vanniyakula/Vanniya
  4. Nagakula/Nagawangsa
  5. Indrakula/Indrawangsa

SURYAKULA

Suryakula (Solar Dinasty) adalah kula yang menganggap keturunan Dewa Matahari (Dewa Surya).

Silsilahnya :

  1. Dewa Matahari Surya + Dewi Awan Saranya >Manu, leluhur manusia.
  2. Manu+Srada > Ikswaku.
  3. Keturunan Ikswaku > Dinasti Surya

Pada zaman Satyayuga, Waiswasta Manu membasuh muka di sungai, muncul ikan kecil yang meminta perlindungan kepada sang raja. Manu menempatkannya ke dalam sebuah tempat air. Dalam waktu singkat, tubuh ikan membesar, lalu Manu memindahkan ke tempat yang lebih besar. Kembali membesar, sehingga dipindahkan ke kolam. Kembali membesar lagi, dipindahkan ke Sungai. Membesar lagi, dipindahkan ke samudera. Di samudera kian membesar, sehingga Manu menyadari bahwa itu adalah perwujudan Wisnu yang kemudian menampakkan wujud aslinya.

MANU diberitahu akan melanda bumi, lalu memerintahkan membuat bahtera, lalu memasukkan makhluk hidup sepasang-sepasang. Pada hari yang ditakdirkan, bumi dilanda kekeringan, lalu mendung, lalu hujan lebat tiada terkira. Wisnu menjelma menjadi ikan raksasa bertanduk. Manu menambatkan bahtera ke tanduk ikan raksasa tersebut. Sebagai talinya adalah raksasa. Kapal bertengger di puncak GUNUNG MALAYA. Setelah banjir surut, Manu dan seluruh makhluk hidup yang selamat menempati bumi.

Beberapa Dinasti terkenal dari Surya Kula :

  1. RAGHUVANSHA, Kalidasa : keturunan Raghu, raja yang mengalahkan Indra.
  2. KERAJAAN KOSALA: kerajaan yang beribukota AYODYA.
  3. KERAJAAN CHOLA: berarti Negara baru, sebagai perbandingan PANDYA Negara lama dan CHERA negara bukit.
  4. RAMA : Pembunuh raksasa Rahwana, suami SITA.

CANDRAKULA

Candrakula (Lunar Dinasty) adalah kula yang menganggap keturunan Dewa Bulan (Dewa Candra/Dewa Soma).

Silsilahnya :

  1. Dewa Bulan Candra + Dewi Bintang Tara > Dewa Mercury Budha.
  2. Dewa Mercury + Illa putri Manu, cucu Dewa Matahari Surya dan Dewi Awan Saranya > Pururawa Raja Prayasha.
  3. Pururawa + Urwasi bidadari kayangan dari Istana Dewa Perang Indra > Ayu.
  4. Ayu + Indumati > Nahusa.
  5. Nahusa + Asokasundari > Dinasti Candra.

Beberapa Dinasti terkenal dari Candra Kula :

  1. Dinasti Yadu / Yadawa : keturunan Krosta putra Yadu, putra Yayati + Dewayani, putra Nahusa.
  2. DINASTI BHOJA : keturunan Mahabhoja, putra Sasabindu dari Yadawa.
  3. DINASTI WRESNI : keturunan Wresni, putra Yudajit, putra Wresni, putra Sasabindu dari Yadawa.
  4. DINASTI ANDAKA : keturunan Kukura, putra Andaka, putra Sasabindu dari Yadawa.
  5. DINASTI BARATA : keturunan Bumanyu + Puskarini, putra Barata + Sunanda, putra Duswanta + Sakuntala, keturunan Pracinwan + Aswanti, putra Janamejaya + Madawi, putra Puru + Kosalya, putra Yayati + Sarmista, putra Nahusa.
  6. DINASTI KURU/KURAWA : keturunan Parikesit, putra Kuru + Yamadi, putra Sambarana + Tapati, putra Reksa + Wimala, putra Ajamida + Dumini, putra Hasti + Yasoda dari Dinasti Barata.
  7. PANDAWA : putra Pandu + Kunti dari Dinasti Wresni dan Pandu + Madri (putri Raja Madra), putra Byasa + Ambalika, putra Parasara + Satyawati (istri Santanu, putra Pratipa + Sunanda dari Dinasti Kurawa).
  8. KERAJAAN MAGADHA (di Rajagriha/Rajgir Bihar) : keturunan Sudanu, putra Kuru + Yamadi (leluhur KURAWA)
  9. KERAJAAN SURASENA (di Mathura) : keturunan Yadawa.
  10. KERAJAAN KUNTI : keturunan Yadawa.
  11. KERAJAAN CHEDI : keturunan Yadawa.
  12. KERAJAAN GANDHARA (Purushapura, Peshawar Pakistan) : keturunan Druhyu, putra Yayati + Sarmista, putra Nahusa.
  13. KERAJAAN ANGGA : keturunan Anu, putra Yayati + Sarmista.
  14. KERAJAAN PUNDRA, Benggala Barat : keturunan Anu, putra Yayati + Sarmista.
  15. KERAJAAN KALINGGA, Orisa India dan Jepara, Jawa Tengah : keturunan Anu, putra Yayati + Sarmista.
  16.  KERAJAAN WANGGA, Benggala : keturunan Anu, putra Yayati + Sarmista.
  17. KERAJAAN SUHMA : keturunan Anu, putra Yayati + Sarmista. 
  18. KERAJAAN PANDYA : keturunan Pandu (Tamil berarti sangat tua), Pandi (Tamil : banteng)
  19. DINASTI SAILENDRA : keturunan Sentanu + Badrawati (Dewi Sungai Badra, Karnataka dan Candrapura Maharastra).

AGNIKULA

Agnikula (Fire Dinasty) adalah kula yang menganggap keturunan Dewa Api (Dewa Agni).

Ada beberapa legenda tentang kemunculan Agnikula.

  1. Para penunggang kuda keluar dari Agni Homam yang dilakukan Jambhuuva Maharishi untuk melindungi bumi dari Vatapi dan Mahi. Para penunggang kuda tersebut disebut Vanniyar Puranam. Pemimpinnya adalah Rudra Vanniya Maharaja. Keturunan dari lima anaknya disebut Vannia Kula Kshatria, di antaranya Raja Pallava Narashima Varman.
  2. Vashista di Gunung Abu (Arbuda) membuat persembahan api dengan mantra karena sapi pemberian Vashista dicuri Vishvamitra. Akibat persembahan tersebut keluar seorang pahlawan dengan busur, mahkota dan baju emas yang muncul dari api dan berhasil mengambil kembali sapi yang dicuri. Pemilik sapi menganugerahi gelar Paramara (pembunuh musuh). Paramara kemudian menjadi pendiri DINASTI PARAMARA RAJPUT.
  3. Agastya,Gautama,Vashista,Vishvamitra mengadakan upacara pengorbanan besar di Gunung Abu. Iblis mengganggu dengan mencemarinya dengan daging, darah, tulang dan urin. Untuk menyingkirkannya, diadakan ritual homa (penawaran api). Muncul pahlawan bernama PRATIHARA (Penjaga pintu), kemudian muncul CHALUKKA dari chalu (telapak tangan teduh) Brahma dan orang bijak PAVARA (PARAMARA/Pembunuh musuh). Tetapi ketiganya gagal menyingkirkan iblis. Vashista kemudian menggali yajna-kunda (api unggun) baru dan melakukan penawaran api baru. Lahir Chahavana (CHAUHAN) yang dilengkapi pedang, perisai, busur dan anak panah. Vashista kemudian meminta Dewi Ashapura membantunya. Keduanya kemudian berhasil menyingkirkan iblis.
  4. Parashurama dari Gunung Abu membantai 21 ksatria, hanya yang menyamar sebagai wanita yang selamat. Setan kemudian meningkat, Veda diinjak-injak. Orang Bijak kemudian mengunjungi gunung Abu. Semua Dewa, Pria dan Naga berkumpul. Vashista mendirikan altar api untuk menyembah Siwa. Iblis mengganggu. Dua puluh orang bijak termasuk Vashista memanggil Brahma dan Siwa. Altar baru didirikan. Empat prajurit keluar dari lubang api dan mengalahkan iblis. Parashurama dan Shakti memberkati pahlawan tersebut. Dewi yang melindungi para pahlawan tersebut kemudian diberi nama Ashapuri (dewi yang memenuhi harapan). Salah satu di antara pahlawan tersebut adalah CHOHAN.

Dinasti-dinasti api :

  1. KERAJAAN CHERA.
  2. Empat Kerajaan Rajput : CHAUHANS (Chahamanas), PARIHARS (Pratiharas), PARMARS (Paramaras), SOLANKIS (Chaulukyas).
  3. Gurjar, Bhaduria, Pawar, Panwar, Sena, Vanniyars, Dhudi.

NAGAKULA

Nagakula (Serpents Dinasty) adalah kula yang menganggap keturunan Dewa Naga.

Dinasti-dinasti Naga :

  1. NAYAR dari Kerala.
  2. SAMANTA Ksatria.
  3. JAT di India Utara dan Pakistan.

INDRAKULA

Indrakula (Indra Dinasty) adalah kula yang menganggap keturunan Dewa Indra. Raja-raja Ahoms di Assam mengklaim keturunan Dewa Indra dan Syama.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *